Laman

Rabu, 24 Agustus 2011

Es Krim Jeruk


4 buah jeruk sunkist

200 g es krim vanila

125 ml orange juice/sari buah jeruk

1-2 sdm rum

*sdm : sendok makan


  1. Potong jeruk + 2 cm dari bagian pangkalnya melintang. Jangan buang potongan ini, karena akan digunakan sebagai tutup kulit jeruk.

  2. Dengan menggunakan pisau dan sendok, keluarkan daging buah jeruk. Sisihkan kulit jeruk yang kosong.

  3. Potong-potong daging buah jeruk sesuai selera. Sisihkan.

  4. Letakkan 200 g es krim vanila dalam mangkuk plastik atau antikarat (stainless steel), tuang orange juice, rum, dan masukkan potongan daging jeruk. Aduk perlahan-lahan sampai rata. Bekukan dalam freezer.

  5. Penyajian : Dengan menggunakan skup (sendok es krim), masukkan es krim ke dalam rongga kulit jeruk, tambahkan potongan jeruk. Tutup bagian atas dengan potongan kulit jeruk tadi. Hidangkan segera.

Dobos Torte


8 telur, pisahkan

100 g coklat pahit, cairkan

1 cangkir gula caster

250 g mentega tawar

1 1/2 cangkir terigu




Isi

Toffee

1 1/2 cangkir gula caster

1 Cangkir gula caster

1/2 cangkir air

1/2 cangkir air

5 kuning telur

125 g irisan almond,panggang

1/4 cangkir kakao




















  1. Panaskan oven pada suhu 18o˚ C. Lapisi 6 baki panggang dengan kertas minyak dan gambar lingkaran 23 cm di atas setiap kertas. Kocok kuning telur dan setengah bagian gula dengan mixer selama 20 menit sehingga kental dan pucat. Kocok putih telur sampai kaku. Secara bertahap tambahkan sisa gula, kocok hingga kental dan gula larut. Ayak tepung terigu ke dalam kocokan kuning telur. Aduk rata dengan sendok logam. Kemudian masukkan putih telurnya. Tebarkan adonan diatas loyang. Panggang 6-9 menit hingga keemasan dan membal bila ditekan. Balikkan ke atas rak kawat, lalu rapikan pinggirnya.

  2. Membuat isi:
    Masukkan gula dan air di panci sedang. Aduk hingga gula larut. Didihkan, kecilkan api, dan didihkan lembut 10-15 menit sampai sirup dapat dibentuk seperti bola. Kocok kuning telur dengan mixer. Tuang sirup perlahan-lahan ke dalam telur sambil dikocok hingga kental. Tambahkan cacao, coklat cair, kocok hingga rata. Kocok mentega hingga ringan; perlahan-lahan tambah telur, kocok rata.

  3. Membuat Toffee:
    Letakkan gula dan air di panci, aduk dengan panas rendah hingga larut. Didihkan gula dan air tanpa diaduk 5-10 menit sampai terbentuk sirup kuning keemasan. Tuang di atas satu cake. Ratakan karamel dengan cepat; iris menjadi 12 potong saat lunak dengan pisau panas berminyak.

  4. Penyajian :
    Oleskan isi cokelat di atas sisa cake lain, sisakan untuk menutup sisinya. Susun seperti sandwich. Lapisan karamel di bagian paling atas. Olesi seluruh sisinya dengan isi coklat, lalu tekan almond panggang di sisi cake.


Jumat, 11 Maret 2011

PERMEN KARET



Permen karet memiliki berbagai macam warna dan rasa dan juga bersifat lengket. Permen ini mampu membuat gelembung dan pada batas tertentu permen ini pecah. Hal itu terjadi karena permen karet lebih kental dari permen kunyah.

Hingga saat ini sejarah permen karet masih belum jelas, namun bukti sejarah tertua ditemukan pada tahun 1993 oleh para arkeolog berupa tiga gumpalan uang berisi pemanis madu yang telah berusia 9000 tahun yang dikunyah oleh para pemburu di Swedia. Masyarakat Yunani Kuno memiliki kebiasaan mengunyah sebuah damar (getah) pohon mastic yang berasal dari Turki. Sementara penduduk asli di Amerika Utara memiliki kebiasaan mengunyah substansi yang berasal dari getah pohon cemara hingga pada abad ke-19 kemudian diganti dengan parafin.

Jenis permen karet sangat beraneka ragam, diantaranya :
- gum balls
- bubble gum
- sugarfree gum
- center filled gum
- slab gum cut
- wrap gum
- permen karet bubuk
- permen karet obat
- permen karet stik



Jumat, 11 Februari 2011

BISKUIT




Biskuit adalah produk makanan kecil yang renyah yang dibuat dengan cara dipanggang. Istilah biskuit berbeda-beda di berbagai daerah di dunia. Asal kata ‘biskuit’ atau ‘biscuit’ (dalam Bahasa Inggris) berasal dari Bahasa Latin, yaitu bis coctus yang berarti “dimasak dua kali” (“cooked twice”). Di Amerika, biskuit populer dengan sebutan “cookie”, yang berarti kue kecil yang dipanggang.Biscuit merupakan produk makanan yang dibuat dari bahan dasar terigu yang dipanggang hingga kadar air kurang dari 5 persen. Biasanya resep produk ini diperkaya dengan lemak dan gula serta ditambah bahan pengembang. Di Indonesia dalam hal ini Departemen Perindustrian RI membagi biscuit menjadi 4 kelompok yaitu : Biskuit keras, (crackers), cookies dan wafer.

Biscuit keras adalah jenis biscuit manis yang dibuat dari adonan keras, berbentuk pipih, bila dipatahkan penampang potongannya bertekstur padat, dapat berkadar lemak tinggi maupun rendah. Kreker adalah jenis biscuit yang dibuat dari adonan keras melalui proses fermentasi atau pemeraman, berbentuk pipih yang rasanya mengarah asin dan relatif renyah, serta bila dipatahkan penampangnya potongannya berlapis-lapis. Cookies adalah jenis biscuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relatif renyah dan bila dipatahkan penampangnya potongannya bertekstur kurang padat. Sedangkan wafer adalah jenis biscuit yang dibuat dari adonan cair, berpori-pori kasar, relatif renyah dan bila dipatahkan penampangnya potongannya berongga-rongga.

Ciri-ciri dari biskuit diantaranya, renyah dan kering, bentuk umumnya kecil, tipis dan rata.

Sejak abad ke-16 hingga abad ke-18, juga sering disebut dengan besquite dan bisket. Bentuk kata sejenis juga tercipta di beberapa bahasa Eropa.

Di Amerika Serikat, biskuit tidaklah keras, tebal dan seperti gulungan kecil yang serupa dengan muffin. Sedangkan di Inggris, biskuit sama dengan cookie atau cracker Amerika. “Cookie” berasal dari abad ke-18, yaitu dari Bahasa Belanda : koekje

Di beberapa negara Eropa ada juga ada dikenal makanan yang biasa disebut Triskuit

GULALI




Anda tentu tak asing lagi kan mendengar nama makanan yang satu ini, yaa..gulali atau yang biasa kita sebut kembang gula.

Gulali adalah sejenis makanan yang dibuat dari pintalan gula yang dibakar terlebih dahulu. Makanan ini pertama kali diperkenalkan pada 1904 oleh William Morrison dan John C. Wharton, di St. Louis World's Fair dengan nama "Fairy Floss" (benang peri) dengan sukses besar. Mereka berhasil menjual 68.655 kotak dengan harga yang cukup mahal saat itu, yaitu AS$0,25, atau setengah dari harga tiket masuk ke ajang pameran tersebut.

Gulali dibuat dari gula yang diberi pewarna makanan. Bagian tengah mesin itu terdiri dari sebuah wadah kecil. Ke dalamnya dimasukkan gula dan pewarna makanan. Pemanas dekat tepian wadah itu mencairkan gulanya, yang kemudian diputar melalui lubang-lubang kecil dan hasilnya dipadatkan oleh udara. Kemudian benang-benang itu dikumpulkan pada sebuah wadah logam yang besar. Operator mesin memutar-mutar sepotong kayu kecil atau sebuah kerucut karton (orang yang lebih berpengalaman biasanya menggunakan tangan mereka sendiri) sekeliling tepian wadah besar penangkap gulali untuk mengumpulkannya.

Sebagian besar gulali terdiri dari udara sehingga hasilnya seringkali besar. Sebuah kerucut gulali biasanya mencapai ukuran sebesar bola basket. Warna gulali yang paling populer adalah merah jambu. Favorit yang lain adalah campuran warna merah jambu, ungu dan biru.

Gulali terasa manis dan lengket. Meskipun kelihatan seperti benang wol, gulali segera mencair di dalam mulut. Ia juga berubah menjadi lengket bila terkena uap air. Karena gulanya bersifat higroskopis, dan mempunyai ruang permukaan yang sangat luas, ia akan menjadi makin kasar, keras, dan biasanya tidak begitu halus lagi setelah terpapar atmosfer. Dalam iklim yang lembap gulali harus segera dimakan dalam beberapa jam, atau ia akan mengeras.

Apakah kalian tertarik untuk memakannya?

Sabtu, 05 Februari 2011

LOLIPOP


Permen yang menjadi makanan kegemaran sepanjang zaman ini, sekarang mulai popular kembali. Tak heran bila kerap kali kita sering menemukan berbagai toko yang kusus menjual permen unik ini. dari mulai berbentuk bulat hingga yang berbentuk menyerupai tongkat Santa Claus.

Permen stick diduga berawal dari manusia primitif yang mengumpulkan madu dengan menggunakan tongkat. Para arkeolog juga telah menemukan bahwa orang-orang Arab, Cina, dan Mesir, pada jaman dulu membuat buah dan kacang yang 'dipermenkan' dengan menggunakan madu.

Pada abad pertengahan di Eropa, gula adalah barang impor yang sangat mahal, dan hanya bisa dikonsumsi oleh orang-orang kaya. Agar penganan ini bisa dinikmati lebih lama, gula diolah menjadi permen. Di Inggris, agar permen-permen lebih mudah dimakan, mereka menggunakan stick (gagang).

Pada awal tahun 1905, McAviney Candy Company (sekarang sudah ditutup) mungkin yang mengawali sejarah produksi lollipop. Pemiliknya membuat permen dan mengaduknya dengan menggunakan stick. Pulang kerja, ia membawakan anaknya residu permen yang menempel di stick tersebut. Ia lalu memiliki ide untuk menjual permen dengan bentuk unik itu.

Tidak ada keterangan kapan pertama kali lollipop dijual. Meskipun demikian, jika cerita itu benar, McAviney Candy Company adalah yang pertama kali menjual permen lollipop.
Di dalam buku "Food For Thought (Extraordinary Little Chronicles of The World)", disebutkan bahwa George Smith dari Connecticut-lah yang pertama kali menciptakan (dan memberi nama) Lolly Pop pada tahun 1908.

Gelar sebagai produsen lollipop secara massal itu dipegang oleh The Racine Confectionary Company, sampai pada tahun 1912 ditemukan sebuah mesin yang dapat memasukkan stick ke dalam permen secara otomatis. Mesin ini diciptakan oleh seorang penguaha bernama Samuel Born.